Liquidity Pool & Impermanent Loss – Risiko Utama Saat Farming di DEX 2026

KRIPTO WEB3 - Bro/sis, kalau swap di DEX kemarin kita analogikan kayak barter di pasar tradisional, sekarang kita bahas “keranjang bersama” yang bikin barter itu bisa jalan: Liquidity Pool (LP) dan musuh utamanya Impermanent Loss (IL). Di 2026 ini, banyak pemula Indo tergiur APY farming tinggi di Uniswap v4 (Ethereum/Base), Raydium CLMM (Solana), atau PancakeSwap – bisa 10–100%+ kalau pool volatile – tapi sering kaget pas hitung untung: “Kok malah rugi padahal dapet reward?”

Kita jelasin gamblang dengan analogi paling sederhana ala Indonesia, plus cara mitigasi biar farming gak bikin portofolio jebol.

⚠️Disclaimer: Liquidity providing & farming high risk – impermanent loss bisa bikin rugi lebih besar dari reward, volatilitas ekstrem, rug pull pool scam. Bukan saran investasi. DYOR, mulai kecil Rp100–500 ribu, pakai pool audited, diversifikasi hybrid saham-kripto. Bisa rugi total.

Apa Itu Liquidity Pool? Analogi Keranjang Barter di Pasar

Liquidity Pool & Impermanent Loss – Risiko Utama Saat Farming di DEX 2026
Ilustrasi: Liquidity Pool & Impermanent Loss – Risiko Utama Saat Farming di DEX 2026

Liquidity Pool adalah kumpulan aset yang disediakan user (liquidity provider/LP) ke smart contract DEX untuk memungkinkan swap instan tanpa order book.

Analogi paling sederhana: Bayangin kamu dan temen-temen bikin keranjang barter besar di pasar tradisional. Isinya 50% beras & 50% minyak goreng. Siapa aja bisa ambil minyak (swap) dengan kasih beras, atau sebaliknya – harga ditentukan otomatis dari rasio stok di keranjang (semakin banyak ambil minyak, semakin mahal minyaknya). Kamu sebagai pemilik keranjang dapet fee dari setiap barter (0.05–0.3% per swap), tapi kalau harga beras/minyak di luar pasar berubah drastis, nilai keranjangmu bisa turun meski dapet fee.

Di DEX:

  • Pool ETH/USDC di Uniswap: Kamu deposit setara nilai ETH + USDC (misal Rp5 juta masing-masing).
  • Smart contract pakai rumus AMM (x*y=k) atau CLMM (concentrated di range harga tertentu).
  • Setiap swap (orang tukar ETH ke USDC) kasih fee ke pool → dibagi ke semua LP proporsional.
  • Kamu bisa withdraw kapan aja (fleksibel), tapi nilai asetmu bisa berubah karena IL.

Di 2026, pool besar seperti SOL/USDC di Raydium atau ETH/USDC di Uniswap v4 punya TVL miliaran USD – slippage rendah untuk trade kecil.

Kunjungi Juga:
Langkah Dasar untuk Pemula Kripto

Apa Itu Impermanent Loss? Analogi Harga Berubah di Luar Pasar

Impermanent Loss adalah kerugian sementara yang terjadi saat harga aset di pool berubah dibandingkan kalau kamu cuma hold aset tersebut di wallet.

Analogi: Kamu punya toko kecil jual beras & minyak dengan stok 50:50 (Rp5 juta masing-masing, total Rp10 juta). Kalau harga beras naik 100% di luar pasar (jadi Rp10 juta untuk jumlah sama), tapi minyak tetap, nilai stok toko kamu cuma naik jadi Rp15 juta (karena rasio berubah). Kalau kamu gak buka toko dan cuma hold beras + minyak di gudang, nilai jadi Rp15 juta (Rp10 juta beras + Rp5 juta minyak). Jadi kamu “rugi” Rp0 karena hold, tapi di toko malah cuma Rp15 juta – itu IL.

Di DEX:

  • Kamu deposit 1 ETH + 3000 USDC (harga ETH $3000).
  • Harga ETH naik ke $6000 → pool otomatis rebalance (jual sebagian ETH buat jaga rasio).
  • Kalau withdraw, kamu dapet kurang ETH tapi lebih USDC – nilai total lebih rendah daripada kalau hold 1 ETH + 3000 USDC di wallet (yang jadi $6000 + $3000 = $9000).
  • IL makin besar kalau perubahan harga ekstrem (2x atau 0.5x).

Rumus sederhana IL (approx): IL ≈ (harga akhir / harga awal)^0.5 - 1 (untuk 50:50 pool).

Contoh 2026:

  • Deposit Rp10 juta (50% SOL, 50% USDC) di Raydium.
  • Harga SOL naik 100% → IL ~5.7% (nilai pool ~Rp18.43 juta vs hold Rp20 juta).
  • Kalau SOL drop 50% → IL sama ~5.7%.

Cara Kerja Farming di Liquidity Pool & Reward

Cara kerja Liquidity Pool di DEX
Ilustrasi Cara kerja Liquidity Pool pada DeFi di DEX 
  1. Deposit aset ke pool (misal SOL/USDC di Raydium).
  2. Dapat LP token (bukti kepemilikan share pool).
  3. Stake LP token ke farm → dapet reward token (RAY, CAKE, dll).
  4. APY farming = fee pool + reward token (bisa 10–100%+, tapi volatile).
  5. Withdraw: Unstake farm → burn LP token → ambil aset + fee akumulasi.

Di 2026: Uniswap v4 hooks & Raydium CLMM kurangin IL (concentrate liquidity di range harga tertentu → IL lebih kecil kalau harga stay di range).

Risiko Liquidity Pool & Impermanent Loss (Jujur Banget!)

Gambaran Impermanent loss Liquidity Pool farming
Ilustrasi Impermanent Loss DeFi farming di DEX 
  1. Impermanent Loss utama: Harga aset berubah → nilai aset withdraw lebih rendah dari hold (bisa 5–50%+ kalau volatile).
  2. Reward gak nutup IL: APY tinggi tapi kalau IL lebih besar, overall rugi.
  3. Rug pull / scam pool: Proyek abal-abal kabur bawa dana.
  4. Smart contract risk: Bug/hack pool.
  5. Token reward dump: Reward naik harga dulu, lalu crash.
  6. Pajak Indo: Fee + reward kena PPh umum (lapor SPT).

Mitigasi:

  • Pilih pool stablecoin (USDT/USDC) → IL hampir nol.
  • Pakai CLMM/range order (Uniswap v4, Raydium CLMM) – IL lebih rendah.
  • Alokasi kecil (<10–20% portofolio).
  • Monitor harga pool & unstake kalau harga ekstrem.
  • Farming di platform audited (Uniswap, Raydium, Orca).
  • Hybrid: Farming + hold spot di CEX.

Cara Mulai Liquidity Pool di 2026 – Step-by-Step Pemula

  1. Wallet: MetaMask (Base/Uniswap) atau Phantom (Solana/Raydium).
  2. Transfer aset: Withdraw SOL/USDC dari Reku/Pintu.
  3. Buka DEX: app.uniswap.org atau raydium.io → connect.
  4. Add liquidity: Pilih pool → deposit setara nilai → approve → supply.
  5. Stake LP ke farm (kalau ada) → claim reward.
  6. Monitor: Pakai DexScreener/Birdeye untuk IL calculator.

Kesimpulan

Liquidity Pool adalah “keranjang barter” yang kasih fee & reward farming, tapi impermanent loss adalah “harga berubah di luar pasar” yang bisa bikin rugi meski dapet APY tinggi. Buat pemula Indo 2026, mulai dari pool stablecoin atau CLMM – jangan FOMO farming volatile kalau gak paham IL.

Kunjungi Juga:
Pengetahuan Investasi Dasar

Yuk kita diskusikan: "Kamu pernah coba LP farming di DEX? Rugi karena IL atau cuan?" Share di kolom komentar!

CTA: +Follow KriptoWeb3 buat series DeFi. Series DeFi selesai di sini – next mulai mini-series baru: Apa Itu Bitcoin? Penjelasan Gamblang Buat Pemula Indonesia 2026. 

Aziz
Aziz Seorang penulis dan digital marketing dengan minat khusus blockchain, web3, isu-isu alam dan pertanian yang ramah lingkungan!.

Posting Komentar untuk "Liquidity Pool & Impermanent Loss – Risiko Utama Saat Farming di DEX 2026"