Cara Mulai Investasi Kripto Kecil-Kecilan: DCA, Beli BTC/ETH, Modal Rp50-100 Ribu

(Artikel ke-5 Modul Khusus: Dasar Kripto & Blockchain untuk Pemula Indonesia 2026 – Kripto Web3)

Yo bro/sis pemula!

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu: gimana caranya mulai investasi kripto beneran, tanpa perlu modal gede, tanpa takut rugi besar di awal.

Banyak yang mikir “kripto itu butuh jutaan buat mulai”, padahal nggak. Di Indonesia 2026, kamu bisa mulai dari Rp50.000–Rp100.000 aja, bahkan lebih kecil di beberapa app. Kuncinya: mulai kecil, rutin, dan sabar—pakai strategi yang namanya DCA (Dollar Cost Averaging).

Kita bahas step-by-step, praktis, dan langsung bisa dipraktikkan hari ini.

Cara Mulai Investasi Kripto Kecil-Kecilan: DCA, Beli BTC/ETH, Modal Rp50-100 Ribu
Ilustrasi: Cara Mulai Investasi Kripto Kecil-Kecilan.

1. Kenapa Mulai Kecil-Kecilan & Pakai DCA?

  • Kripto volatil banget: harga bisa naik 50% dalam seminggu, atau turun 30% besok pagi.
  • DCA = beli rutin dengan jumlah tetap (misal Rp100 ribu tiap tanggal 10), nggak peduli harga lagi tinggi atau rendah.
  • Keuntungan DCA:
    • Rata-rata harga beli jadi lebih murah (beli lebih banyak pas harga rendah, sedikit pas mahal).
    • Kurangi emosi: nggak perlu mikir “sekarang timingnya bagus apa nggak”.
    • Cocok pemula: mulai kecil, nggak stres kalau turun sementara.
  • Contoh nyata: Kalau kamu DCA Rp100 ribu/bulan ke BTC dari 2023–2026, meski ada crash 2025, rata-rata harga beli kamu jauh lebih rendah daripada beli lump sum pas puncak.

2. Pilih Aset Pertama: Fokus BTC & ETH Dulu

Buat pemula, jangan langsung loncat ke altcoin atau memecoin. Mulai dari dua “blue chip” kripto:

  • Bitcoin (BTC): Emas digital, paling aman & likuid. Cocok hold 3–10 tahun.
  • Ethereum (ETH): Bensin Web3, punya ekosistem DeFi/NFT. Potensi tumbuh kalau adopsi Web3 naik.

Alokasi sederhana buat pemula:

  • 60–70% BTC (lebih stabil).
  • 30–40% ETH (growth lebih tinggi).
  • Hindari memecoin/altcoin kecil dulu sampai kamu paham risikonya.

3. Step-by-Step Mulai Investasi Kecil-Kecilan (Contoh Pakai Pintu)

Pintu dipilih karena paling mudah buat newbie Indonesia.

  1. Pastikan Akun Sudah Aktif
    Kalau belum, daftar & KYC seperti di artikel sebelumnya (5–15 menit).

  2. Deposit Rupiah

    • Buka app Pintu → “Deposit”.
    • Pilih metode: transfer bank (VA BCA/Mandiri/BNI), e-wallet (GoPay/OVO/Dana/ShopeePay), atau minimarket.
    • Masukkan nominal: mulai Rp50.000–Rp100.000 aja.
    • Instan masuk (maks 5 menit).
  3. Aktifkan Auto-Invest / DCA (Rekomendasi Terbaik)

    • Di Pintu ada fitur “Auto Invest” atau “DCA”.
    • Pilih aset: BTC atau ETH.
    • Tentukan jumlah: misal Rp100.000.
    • Pilih jadwal: mingguan (setiap Senin) atau bulanan (tanggal 10).
    • Konfirmasi → app otomatis beli tiap periode pakai saldo Rupiah.
    • Kamu tinggal isi saldo deposit rutin (bisa auto-debit dari rekening bank kalau support).
  4. Kalau Mau Beli Manual

    • Buka “Market” → cari BTC atau ETH.
    • Masukkan nominal Rupiah (misal Rp100.000).
    • Klik “Beli” → konfirmasi.
    • Kripto langsung masuk wallet Pintu (custodial).
  5. Pantau & Hold

    • Cek portofolio di app.
    • Jangan panik kalau turun 20–30% (normal di kripto).
    • Kalau sudah nyaman & nominal naik, baru pertimbangkan pindah ke wallet non-custodial (Trust Wallet/MetaMask) atau cold wallet (Ledger).

4. Contoh Hitungan Sederhana DCA Rp100 Ribu/Bulan

Misal mulai Januari 2026:

  • Bulan 1–12: Rp100 ribu/bulan = Rp1.200.000 total investasi.
  • Harga BTC rata-rata beli: sekitar $90.000–$110.000 (asumsi fluktuasi 2026).
  • Kalau akhir tahun BTC naik ke $150.000 → nilai portofolio kamu bisa jadi Rp1.800.000–Rp2.000.000+ (untung 50–70%).
  • Kalau turun ke $70.000 → nilai sekitar Rp900.000–Rp1.000.000 (rugi sementara 20–30%), tapi kamu beli lebih banyak unit pas murah—siap rebound.

Ingat: Ini contoh hipotetis, masa lalu nggak jamin masa depan.

5. Tips Tambahan Buat Pemula yang Mulai Kecil

  • Mulai dari Rp50–100 ribu/bulan aja, naikkan kalau sudah nyaman.
  • Pakai fitur recurring buy di Pintu/Tokocrypto biar otomatis.
  • Jangan cek harga tiap jam (bikin stres). Cukup seminggu sekali.
  • Kalau mau diversifikasi kecil: 70% BTC, 30% ETH.
  • Simpan seed phrase kalau pindah ke wallet pribadi (tulis di kertas, simpan aman).
  • Catat setiap pembelian: tanggal, nominal, harga beli (buat evaluasi nanti).

6. Ringkasan Singkat

  • Mulai kecil + DCA = cara paling aman & santai buat pemula.
  • Fokus BTC & ETH dulu.
  • Pakai Pintu/Tokocrypto untuk kemudahan deposit Rupiah.
  • Hold jangka panjang, jangan trading harian kalau masih newbie.

⚠️NFA (Not Financial Advice):
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan hiburan semata. Ini bukan saran investasi, rekomendasi beli/jual kripto/aset apa pun, atau nasihat keuangan profesional. Kripto sangat berisiko—harga bisa naik turun ekstrem dalam waktu singkat, dan kamu bisa kehilangan seluruh modal. Strategi DCA tidak menjamin keuntungan; pasar bisa sideways atau bear lama. 

Selalu lakukan riset sendiri (DYOR), gunakan hanya uang dingin, verifikasi exchange terdaftar OJK/Bappebti, jaga keamanan akun/wallet, dan pahami bahwa hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Penulis dan blog ini tidak bertanggung jawab atas keputusan atau kerugian apa pun yang timbul dari informasi di sini.

Bagikan di komentar: Kamu rencana mulai DCA berapa rupiah per bulan? Rp50 ribu? Rp100 ribu? Atau masih mikir-mikir aset mana dulu? Cerita yuk bro! 🚀

#DasarKripto #DCAKripto #InvestasiKecilKecilan #KriptoPemula2026 #KriptoWeb3

(Sumber inspirasi: Strategi DCA dari komunitas kripto global & Indonesia, fitur app Pintu/Tokocrypto 2026, dan edukasi Bappebti/OJK. Selalu cek app resmi untuk fitur terkini ya!)

Aziz
Aziz Seorang penulis dan digital marketing dengan minat khusus blockchain, web3, isu-isu alam dan pertanian yang ramah lingkungan!.

Posting Komentar untuk "Cara Mulai Investasi Kripto Kecil-Kecilan: DCA, Beli BTC/ETH, Modal Rp50-100 Ribu"