Cara Analisis Saham Sederhana: Fundamental vs Teknikal untuk Pemula

(Artikel ke-6 Series Belajar Investasi 2026 untuk Pemula Indonesia – Kripto Web3)

Yo bro/sis pemula! Selamat, kamu udah sampai tahap ini—udah paham dasar investasi, pasar modal, saham, risiko, dan bahkan cara buka rekening efek via Livin' Mandiri. Sekarang saatnya belajar cara analisis saham supaya nggak asal beli karena "orang bilang bagus" atau "lagi naik terus".

Ada dua cara utama analisis saham yang paling populer di kalangan ritel Indonesia 2026:

  • Analisis Fundamental (lihat "kesehatan" perusahaan secara bisnis)
  • Analisis Teknikal (lihat pola harga & volume di chart)

Kita bahas keduanya secara sederhana, tanpa istilah ribet, plus contoh nyata yang relatable. Pemula nggak perlu jago keduanya sekaligus—banyak yang mulai dari fundamental dulu (lebih cocok jangka panjang), lalu tambah teknikal untuk timing beli/jual.

Cara Analisis Saham Sederhana: Fundamental vs Teknikal untuk Pemula
Ilustrasi: Cara Analisis Saham Sederhana

1. Analisis Fundamental: "Apakah Perusahaan Ini Bagus & Layak Dibeli?"

Fundamental = cek kondisi bisnis perusahaan seperti dokter cek kesehatan pasien. Kalau perusahaan sehat, sahamnya cenderung naik jangka panjang.

Cara sederhana buat pemula (nggak perlu jadi akuntan):

Langkah 1: Baca Ringkasan Laporan Keuangan (Paling Penting)
Cek di app sekuritas (Livin' Mandiri, Stockbit, Ajaib) atau idx.co.id (saya pribadi prefer menggunakan Tradingview)→ bagian "Laporan Keuangan" emiten. Fokus 3 hal utama:

  • Pendapatan/Laba Bersih: Naik terus dari tahun ke tahun? Bagus. Turun atau rugi? Hati-hati.
    Contoh: BBCA (Bank BCA) laba bersihnya stabil naik 10-15% per tahun belakangan—makanya sahamnya defensif.

  • Rasio Utang (Debt to Equity Ratio): Utang dibanding ekuitas. Kalau <1 aman.="" dari="" kalau="" kecil="" lebih="" modal="" sendiri="" utang="">2, berisiko.
    Contoh: TLKM (Telkom) rasio utangnya rendah, perusahaan kuat.

  • ROE (Return on Equity): Seberapa efisien perusahaan bikin untung dari modal pemegang saham. ROE >15% bagus.
    BBRI sering ROE 18-22%—artinya bank ini pintar kelola duit nasabah.

Langkah 2: Hitung Valuasi Sederhana (Apakah Sahamnya Murah/Mahal?)

  • Price to Earnings Ratio (PER): Harga saham dibagi laba per saham. PER rendah (di bawah 15-20) = relatif murah. PER tinggi (>25) = mahal atau ekspektasi tinggi.
    Contoh: BBCA PER sekitar 18-22x di 2026—wajar untuk bank top.

  • Price to Book Value (PBV): Harga saham dibanding nilai buku aset. PBV <1 = murah banget (undervalued). PBV 1-3 = normal.
    Contoh: Saham bank besar seperti BBRI sering PBV 1.5-2.5x.

Langkah 3: Cek Prospek Bisnis & Berita

  • Sektor lagi hot? (misal bank & consumer di 2026 karena ekonomi pulih).
  • Ada dividen rutin? (BBCA, TLKM sering bagi dividen gede).
  • Berita negatif? (skandal, kompetitor baru, regulasi buruk).

Fundamental cocok buat investor jangka panjang (hold 3-10 tahun). Mirip hold BTC/ETH karena percaya teknologi blockchain, bukan karena chart harian.

2. Analisis Teknikal: "Kapan Waktu yang Bagus Buat Beli/Jual?"

Teknikal = baca "cerita" harga lewat chart. Ini lebih ke psikologi pasar dan pola.

Pemula cukup paham 3-4 hal dasar:

Candlestick Chart Dasar

  • Candle hijau = harga naik (close > open).
  • Candle merah = harga turun.
  • Panjang body = kekuatan tren kuat.
  • Shadow panjang = perlawanan harga.

Trend Line & Support/Resistance

  • Trend naik: harga bikin higher high & higher low → beli di support.
  • Trend turun: lower high & lower low → hindari atau short kalau berani.
  • Support: level harga yang sering "pantul naik" (tempat beli).
  • Resistance: level yang sering "pantul turun" (tempat jual).

Indikator Sederhana untuk Pemula

  • Moving Average (MA): Garis rata-rata harga. MA 50 & MA 200.
    Golden Cross: MA 50 potong ke atas MA 200 → sinyal beli (bullish).
    Death Cross: sebaliknya → sinyal jual (bearish).
  • RSI (Relative Strength Index): 0-100.
    RSI >70 = overbought (mahal, mungkin turun).
    RSI <30 = oversold (murah, mungkin naik).
  • Volume: Volume naik saat harga naik = tren kuat. Volume rendah saat naik = lemah.

Teknikal bagus buat timing entry/exit, tapi jangan andalkan 100%—banyak yang rugi karena ikut sinyal tanpa fundamental.

3. Kombinasi Terbaik untuk Pemula Indonesia 2026

  • Gunakan fundamental dulu untuk pilih saham bagus (blue chip LQ45 seperti BBCA, BBRI, TLKM).
  • Pakai teknikal sederhana untuk tentuin waktu beli (misal beli pas RSI oversold + harga dekat support).
  • Contoh: BBCA fundamental bagus (laba stabil, ROE tinggi), teknikal bagus pas golden cross → beli.
  • Hindari saham gorengan kalau masih newbie—volatilitasnya mirip memecoin, gampang rugi.

Tools gratis buat analisis:

  • Livin' Mandiri: chart dasar + fundamental ringkas.
  • TradingView: chart lengkap (gratis akun basic).
  • Stockbit/Investing.com: info fundamental + forum.

NFA (Not Financial Advice):
Semua informasi di artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan hiburan semata. Ini bukan saran investasi, rekomendasi beli/jual saham/aset apa pun, atau nasihat keuangan profesional. Analisis saham (fundamental maupun teknikal) bersifat subjektif dan tidak menjamin keuntungan. Pasar saham sangat berisiko—harga bisa naik turun drastis, dan kamu bisa kehilangan sebagian atau seluruh modal. 

Selalu lakukan riset sendiri (DYOR), verifikasi data dari sumber resmi (BEI, OJK, laporan emiten), konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi jika perlu, gunakan hanya uang dingin, dan pahami bahwa hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Penulis dan blog ini tidak bertanggung jawab atas keputusan atau kerugian apa pun yang timbul dari informasi di sini.

Bagikan di komentar: Lebih suka mulai dari fundamental atau langsung coba baca chart teknikal? Atau ada saham yang lagi kamu pantau? Cerita yuk! 🚀

#InvestasiPemula #AnalisisSaham #FundamentalVsTeknikal #BelajarInvestasi2026 #KriptoWeb3

(Sumber inspirasi: Panduan dasar dari BEI, TradingView, Stockbit Academy, dan pengalaman komunitas ritel Indonesia. Selalu cek data real-time ya!)

Aziz
Aziz Seorang penulis dan digital marketing dengan minat khusus blockchain, web3, isu-isu alam dan pertanian yang ramah lingkungan!.

Posting Komentar untuk "Cara Analisis Saham Sederhana: Fundamental vs Teknikal untuk Pemula"